Kamis, 12 November 2009

BAB V

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
1. Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada Ny. L dengan retensio plasenta maka penulis dapat mengambil kesimpulan : untuk asuhan antenatal belum sesuai dengan standar,ibu hanya memeriksakan kehamilannya satu kali selama kehamilan.Sedangkan menurut standar, pemeriksaan kehamilan minimal 4 x selama kehamilan yaitu 1x pada trimester pertama, 1x pada trimester kedua, dan 2x pada trimester ketiga.
2. Pada proses persalinan Ny. L berjalan lancar namun pada saat kala III terjadi retensio plasenta, tetapi asuhan yang diberikan tidak melaksanakan asuhan sayang ibu karena tidak diberikan obat jenis sedative untuk mengurangi rasa nyeri ketika dilakukan manual plasenta dan hanya diberikan antibiotic dosis tunggal 500 Mg per oral sesudah dilakukan manual plasenta.
3. Asuhan yang diberikan pada Ny. L dengan kasus retensio plasenta sebagian ada yang tidak sesuai dengan standar, yaitu tidak diberikannya obat jenis sedative pada ibu. Setelah berhasil melakukan manual plasenta kemudian masase uterus serta memberikan suntikan ergometrin 0,2 mg untuk mencegah terjadinya perdarahan post partum.
4. Pada saat masa nifas Ny. L berjalan baik dan aman, tidak mengalami komplikasi baik pada ibu maupun bayinya.
5. Dalam pelaksanaan asuhan pada BBL ada tindakan yang tidak dilakukan yaitu penyuntikkan vitamin K dengan alasan di BPS tidak tersedia
6. Proses Inisiasi Menyusu Dini berhasil dilakukan pada menit ke 50


5.2 SARAN
Diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai standar yang ada. Terutama dalam pelaksanakan manual plasenta yang harus benar-benar mendapatkan perhatian yang khusus karena pada kasus ini angka kematian ibu dapat semakin meningkat, karena jika pelaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalindengan kasus retensio plasenta tidak memenuhi standar yang berlaku akan berakibat fatal bagi keselamatan ibu bersalin. Selain itu menurunkan angka kejadian perdarahan postpartum akibat retensio plasenta tidak hanya mengurangi resiko kematian ibu, namun juga menghindarkan dari resiko kesakitan yang berhubungan dengan perdarahan postpartum, misalnya reaksi transfuse, tindakan operatif dan infeksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar